<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Achodik&#039;s</title>
	<atom:link href="http://achodik.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://achodik.wordpress.com</link>
	<description>cari ilmu di saat maen...</description>
	<lastBuildDate>Tue, 26 Apr 2011 04:15:28 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='achodik.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/511059c60014c7ddfdd4f1931d1e716d?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Achodik&#039;s</title>
		<link>http://achodik.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://achodik.wordpress.com/osd.xml" title="Achodik&#039;s" />
	<atom:link rel='hub' href='http://achodik.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Tips &amp; Trik Memotret</title>
		<link>http://achodik.wordpress.com/2011/04/26/tips-trik-memotret/</link>
		<comments>http://achodik.wordpress.com/2011/04/26/tips-trik-memotret/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Apr 2011 04:15:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sodik</dc:creator>
				<category><![CDATA[1]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://achodik.wordpress.com/?p=166</guid>
		<description><![CDATA[1. Teruslah Memotret Motret sebanyaknya saja. Dengan kamera digital nggak ada ruginya sama sekali, tinggal seleksi hasilnya, yang jeleknya dihapus, yang bagusnya dipindahin ke harddisk. Ambil dari berbagai sisi, angle, jarak, mungkin dengan diafragma dan lensa yang berbeda. Lama-kelamaan anda akan tahu mana angle terbaik anda, dan angle mana yang terbaik untuk suatu object tertentu. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=achodik.wordpress.com&amp;blog=8096081&amp;post=166&amp;subd=achodik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<table width="100%" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr align="left">
<td>
<img src="http://mitrakamera.com/asset/product/2010/03/28/image_282489.jpg" alt="" /><span style="font-size:x-small;">1. Teruslah Memotret</p>
<p>Motret sebanyaknya saja. Dengan kamera digital nggak ada ruginya sama sekali, tinggal seleksi hasilnya, yang jeleknya dihapus, yang bagusnya dipindahin ke harddisk.<br />
Ambil dari berbagai sisi, angle, jarak, mungkin dengan diafragma dan lensa yang berbeda. Lama-kelamaan anda akan tahu mana angle terbaik anda, dan angle mana yang terbaik untuk suatu object tertentu. Feel-nya akan terasah.<br />
Pekalah terhadap moment yang nggak mungkin terjadi lagi.<br />
Untuk object yang kemungkinan bergerak, bergerak-gerik atau bergerak-gerak bisa menggunakan continuous mode.</p>
<p>2. Sudut pandang yang Nggak Biasa</p>
<p>Orang sudah biasa lihat bunga. Foto bunga akan terasa biasa kalau difoto secara biasa saja. Maka untuk membuat foto bunga yang lebih menarik, cari sudut yang berbeda, pencahayaan, kedalaman, dan komposisi yang unik juga.<br />
Menemukan posisi memotret yang unik yang menghasilkan gambar yang tidak biasa juga pengalaman yang mengesankan, apalagi posisi tersebut sulit diulang orang lain. Seperti memotret pesawat yang sedang tinggal landas dan posisi anda di ujung landas pacu.<br />
Fotografer NG kadang harus menunggu 3 bulan di margasatwa Africa untuk mendapatkan hasil terbaik.</p>
<p>3. Siap Siaga</p>
<p>Moment bisa saja terjadi tiba-tiba, bisa juga bisa diprediksi. Maka diperlukan kesiapan mental dan alat anda untuk bisa memotretnya. Apakah fokusnya sudah disiapkan dulu, ataukah moncong kamera sudah diarahkan ke arah posisi di mana kemungkinan moment bisa terjadi, seperti memotret senja, pastinya moncong diarahkan ke tempat matahari tenggelam.<br />
Perhitungkan juga waktu delay kamera. Kamera poket biasanya waktu delaynya lama, sehingga sering kehilangan moment. Untuk candid acara perkawinan, pake SLR atau DSLR, jangan pake pocket.</p>
<p><img src="http://mitrakamera.com/asset/gallery/2010/03/28/image_154797.jpg" alt="" align="none" /></p>
<p>Pada foto di atas, saya sudah menyiapkan fokus dan arah kamera ke depannya bunga, begitu kumbang mendekat bunga langsung tembak! Meski tidak sesedarhana itu, karena harus menunggu kumbang yang belum tentu datang ke bunga itu. Jadi butuh kesabaran juga.<br />
Motret juga harus memperhitungkan waktu atau musim. Motret kupu-kupu, pagi banget ketika kupu-kupu masih ngatuk, atau agak siangan ketika mereka istirahat.<br />
Motret senja sebaiknya musim kemarau, dan sangat bagus kalau pada saat siangnya sangat panas. Jadi kalo pas kemarau ketemu siang yang sangat panas, bersiaplah untuk memetik senja nan indah!</p>
<p>4. Peralatan Sesuai dengan Kebutuhan</p>
<p>Apakah kita akan membawa semua peralatan yang kita punya untuk sebuah hunting/pemotretan? Tentu kita akan kelelahan sebelum pemotretan dimulai, kecuali kita punya caddy. Atau kecuali alat kita, ya cuma satu set itu.<br />
Untuk landscape, tripod adalah peralatan wajib. Sedangkan dalam candid di acara perkawinan, justru sebaliknya.</p>
<p>5. Fokus pada Suatu Subject</p>
<p>Kadang moment unik suatu subject terjadi manakala kita sedang fokus ke subject tersebut. Sebab ketika kita sedang fokus ke sebuah subject, semua moment, aspek dan detail subject akan nampak kepada kita.<br />
Karenanya penting untuk memfokuskan diri pada sebuah subject ketika kita berburu, dengan demikian kita akan menemukan banyak hal tentang subject. tersebut, sebab indera dan jiwa kita menjadi lebih peka.<br />
Ketika saya sedang berburu awan, saya menemukan komposisi awan yang sejajar dengan kabel listrik:</p>
<p><img src="http://mitrakamera.com/asset/gallery/2010/03/28/image_722951.jpg" alt="" align="none" /></p>
<p>Ketika saya sedang berburu dengan macro, saya menemukan dua satwa yang sedang bercengkrama:</p>
<p><img src="http://mitrakamera.com/asset/gallery/2010/03/28/image_133561.jpg" alt="" align="none" /></p>
<p>6. Tiga Kunci Rahasia Foto Bagus</p>
<p>Foto bagus adalah foto yang menyampaikan pesan secara jelas dan menarik. Untuk menciptakannya, miliki 3 kunci rahasia berikut:<br />
Bagusnya SUBJECT<br />
Bagusnya KOMPOSISI<br />
Bagusnya PENCAHAYAAN<br />
jika anda menggunakannya, dijamin foto anda bagus</p>
<p>7. Momen Fotografi</p>
<p>Salah satu pengertian momen adalah a time of excellence</p>
<p>Pada fotografi di mana subject, komposisi atau pencahayaan berubah secara waktu, maka sebuah momen fotografi bisa terjadi.</p>
<p>Momen fotografi adalah saat di mana subject, komposisi dan pencahayaan pada keadaan terbaiknya dan dalam keseimbangan yang sempurna. Decisive Moment.</p>
<p>8. Memilih Subject</p>
<p>Subject foto adalah subject pesan yang ingin disampaikan fotografer.</p>
<p>Seperti dalam sebuah surat, subject atau perihal,<br />
adalah pesan itu sendiri. Kadang-kadang subject ditulis secara verbal, misalnya: pernyataan cinta,<br />
kadang secara abstrak, misalnya dengan sampul pink bergambar love,<br />
kadang secara posisi perangko.</p>
<p>Memilih subject bisa menjadi 3 kejadian:</p>
<p>- subject sudah ditentukan oleh pemberi order atau panitia lomba<br />
- subject ditentukan fotografer sebelum berangkat hunting<br />
- subject ditentukan mendadak ketika ketemu object yg akan difoto</p>
<p>Kadang-kadang kita memotret object yang bagus,<br />
tetapi hasilnya tidak memuaskan, salah satu penyebabnya adalah<br />
kita tidak menetapkan subject ketika memotretnya.</p>
<p>Asal jepret, tidak mempertimbangkan subject,<br />
berarti menyepelekan peranan otak dan hati.<br />
Hasilnya pun akan disepelekan oleh otak dan hati.</p>
<p>Setelah subject dipilih dipilih, barulah pekerjaan komposisi.</p>
<p>9. Komposisi</p>
<p>Komposisi yang bagus meliputi aspek2 :<br />
kesederhanaan<br />
keserasian<br />
keseimbangan<br />
kesatuan<br />
keleluasaan<br />
pergerakan<br />
kenyamanan<br />
keunikan</p>
<p>KESEDERHANAAN</p>
<p>kalau masih ada bagian dalam foto yang tidak perlu atau tidak mendukung subject maka bisa disederhanakan<br />
perhatikan background, sederhana tidaknya foto kerap kali ditentukan background-nya<br />
hanya ada satu object dominan, atau satu warna dominan, atau satu bentuk dominan, atau satu hal lainnya, adalah sebuah penyederhanaan<br />
menentukan sebuah POI (point of interest) adalah pendekatan kita untuk mencapai keserhanaan<br />
Keep It Sweet &amp; Simple</p>
<p>KESERASIAN</p>
<p>serasi dalam bentuk, serasi dalam warna, serasi dalam ukuran, serasi dalam posisi<br />
acuannya adalah POI, jika elemen lain memperkuat POI, bisa dibilang serasi</p>
<p>KESEIMBANGAN</p>
<p>Posisikan POI secara tepat untuk mencapai keseimbangan gambar<br />
Gunakan aturan sepertiga &#8216;The Rule of Third&#8217;</p>
<p><img src="http://mitrakamera.com/asset/gallery/2010/03/28/image_977488.jpg" alt="" align="none" /></p>
<p>aturan sepertiga posisikan POI pada salah satu persilangan tersebut<br />
Jumlah objek atau sub objek usahakan ganjil</p>
<p>KESATUAN</p>
<p>hanya ada satu pesan kuat yang muncul dari foto, karena semua elemen foto bersatu dalam pernyataan subject</p>
<p>KENYAMANAN</p>
<p>jangan letakkan POI tepat di tengah-tengah, istilahnya dead center.<br />
jangan ada garis horisontal melintang di tengah foto, usahakan garis membentuk diagonal atau kurva<br />
horison harus horisontal, jangan miring, kalo mau moto miring, jangan sertakan horison<br />
letakkan POI di atas atau di bawah garis horison, jangan memotong</p>
<p>KELELUASAAN</p>
<p>berikan ruang di sekitar POI untuk relaksasi mata sesudah melakukan pengamatan terhadap sebuah objek tersebut<br />
jadi usahakan objek di sekitar POI sangat sederhana atau polos<br />
jangan menaruh POI atau objek lain yang bisa memancing perhatian terlalu di pinggir, berikan ruang untuk memulai atau mengakhiri pandangan<br />
kalau ada objek-objek yang berdekatan, berilah jarak di antaranya, atau buatlah overlap.</p>
<p>PERGERAKAN</p>
<p>gerakkan pandangan mata penikmat foto melalui penyajian garis dan perspektif, atau melalui gradasi warna atau cahaya<br />
pada titik berat foto, berikan kedalaman atau tuntun keluar dari titik tersebut</p>
<p>KEUNIKAN</p>
<p><img src="http://mitrakamera.com/asset/gallery/2010/03/28/image_151522.jpg" alt="" align="none" /></p>
<p>Tidak ada foto yang sama. Maka jangan takut memotret object yang sama. Karena mungkin saja kita menciptakan foto yang lebih bagus.<br />
Setiap pergeseran posisi kita dalam memotret meski hanya satu inchi bisa menghasilkan perbedaan significant.<br />
Banyak faktor yang membuat foto berbeda: sudut pengambilan (angle), angle view (wide angle atau sebaliknya), zoom atau mendekati object, vertikal atau horisontal atau diagonal, arah cahaya, waktu, kesehatan kita, dsb.</span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<br />Filed under: <a href='http://achodik.wordpress.com/category/1/'>1</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/achodik.wordpress.com/166/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/achodik.wordpress.com/166/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/achodik.wordpress.com/166/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/achodik.wordpress.com/166/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/achodik.wordpress.com/166/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/achodik.wordpress.com/166/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/achodik.wordpress.com/166/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/achodik.wordpress.com/166/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/achodik.wordpress.com/166/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/achodik.wordpress.com/166/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/achodik.wordpress.com/166/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/achodik.wordpress.com/166/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/achodik.wordpress.com/166/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/achodik.wordpress.com/166/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=achodik.wordpress.com&amp;blog=8096081&amp;post=166&amp;subd=achodik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://achodik.wordpress.com/2011/04/26/tips-trik-memotret/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/29143ac126bb8faadb40ae3bf2e1737e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">teM</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mitrakamera.com/asset/product/2010/03/28/image_282489.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://mitrakamera.com/asset/gallery/2010/03/28/image_154797.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://mitrakamera.com/asset/gallery/2010/03/28/image_722951.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://mitrakamera.com/asset/gallery/2010/03/28/image_133561.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://mitrakamera.com/asset/gallery/2010/03/28/image_977488.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://mitrakamera.com/asset/gallery/2010/03/28/image_151522.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Efek Mozaik</title>
		<link>http://achodik.wordpress.com/2011/04/26/efek-mozaik/</link>
		<comments>http://achodik.wordpress.com/2011/04/26/efek-mozaik/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Apr 2011 04:13:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sodik</dc:creator>
				<category><![CDATA[hasiL Tangan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://achodik.wordpress.com/?p=164</guid>
		<description><![CDATA[Dalam efek ini foto seolah-olah dibuat dari berbagai jenis pecahan keramik. Tidak ada yang rumit dalam pembuatannya hanya permainan filter di mode quick mask. 1. Buka gambar yang Anda sukai lalu buat seleksi menggunakan tool lasso. 2. Masuki mode quick mask dengan menekan tombol Q. Di sini bagian tidak terpilih akan ditutupi warna merah sementara bagian [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=achodik.wordpress.com&amp;blog=8096081&amp;post=164&amp;subd=achodik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<table width="100%" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr align="left">
<td>
<p><img src="http://mitrakamera.com/asset/product/2010/04/18/image_917614.jpg" alt="" /></p>
<p>Dalam efek ini foto seolah-olah dibuat dari berbagai jenis pecahan keramik. Tidak ada yang rumit dalam pembuatannya hanya permainan filter di mode quick mask.<br />
1. Buka gambar yang Anda sukai lalu buat seleksi menggunakan tool lasso.<br />
<img src="http://masteringphotoshop.files.wordpress.com/2009/04/capture-022.jpg?w=400&#038;h=300&#038;h=300" alt="" width="400" height="300" border="0" /><br />
2. Masuki mode quick mask dengan menekan tombol <strong>Q</strong>. Di sini bagian tidak terpilih akan ditutupi warna merah sementara bagian terpilih akan bersih.<br />
<img src="http://masteringphotoshop.files.wordpress.com/2009/04/capture-032.jpg?w=400&#038;h=300&#038;h=300" alt="" width="400" height="300" border="0" /><br />
3. Haluskan bentuk seleksi dengan filter Gaussian Blur. Filter ini bisa Anda temukan di bawah sub menu Filter|Blur.<br />
<img src="http://masteringphotoshop.files.wordpress.com/2009/04/capture-042.jpg?w=499&#038;h=417&#038;h=417" alt="" width="499" height="417" border="0" /><br />
4. Sekali lagi beri filter. Kali ini klik Filter|Texture|Stained Glass. Filter ini akan menghasilkan bentuk mozaik kaca yang sering ditemui di gereja.<br />
<img src="http://masteringphotoshop.files.wordpress.com/2009/04/capture-052.jpg?w=476&#038;h=305&#038;h=305" alt="" width="476" height="305" border="0" /><br />
5. Begitu tombol OK diklik kira-kira bentuk mask yang diperoleh akan seperti ini. Anda bisa mengulangi filter Stained Glass tadi dengan menekan tombol <strong>ctrl+F </strong>untuk mengganti bentuk mozaik yang ada.<br />
<img src="http://masteringphotoshop.files.wordpress.com/2009/04/capture-062.jpg?w=496&#038;h=378&#038;h=378" alt="" width="496" height="378" border="0" /><br />
6. Tekan lagi <strong>Q</strong> untuk kembali memasuki mode normal. Sekarang tekan <strong>ctrl+J</strong>. Ini akan mengangkat isi seleksi ke layer baru.<br />
<img src="http://masteringphotoshop.files.wordpress.com/2009/04/capture-072.jpg?w=238&#038;h=241&#038;h=241" alt="" width="238" height="241" border="0" /><br />
7. Buat layer baru di bawah mozaik dan isi dengan warna putih. Tidak harus putih, Anda bisa pilih warna apa pun, tujuan kita hanya menyembunyikan <em>Background</em>.<br />
<img src="http://masteringphotoshop.files.wordpress.com/2009/04/capture-082.jpg?w=238&#038;h=241&#038;h=241" alt="" width="238" height="241" border="0" /><br />
8. Klik ganda layer mozaik. Langkah ini akan memunculkan kotak dialog Layer Style. Dari kotak dialog raksasa ini aktifkan Drop Shadow, Inner Shadow, dan Bevel and Emboss. Untuk dua styles pertama, Drop dan Inner Shadow, tidak ada setting khusus cukup yang standar saja.<br />
<img src="http://masteringphotoshop.files.wordpress.com/2009/04/capture-091.jpg?w=499&#038;h=376&#038;h=376" alt="" width="499" height="376" border="0" /><img src="http://masteringphotoshop.files.wordpress.com/2009/04/capture-101.jpg?w=497&#038;h=375&#038;h=375" alt="" width="497" height="375" border="0" /><br />
9. Untuk Bevel and Emboss pilih Technique: Chisel Hard agar sisi terluar layer terlihat tajam, seperti bentuk keramik. Selain itu Anda mungkin ingin mengubah setting Angle untuk mengubah arah cahayanya.<br />
<img src="http://masteringphotoshop.files.wordpress.com/2009/04/capture-111.jpg?w=486&#038;h=366&#038;h=366" alt="" width="486" height="366" border="0" /><br />
10. Dan akhirnya tinggal klik OK untuk menyelesaikan efek mozaik.<br />
<img src="http://masteringphotoshop.files.wordpress.com/2009/04/capture-012.jpg?w=493&#038;h=396&#038;h=396" alt="" width="493" height="396" border="0" /></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<br />Filed under: <a href='http://achodik.wordpress.com/category/hasil-tangan/'>hasiL Tangan</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/achodik.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/achodik.wordpress.com/164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/achodik.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/achodik.wordpress.com/164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/achodik.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/achodik.wordpress.com/164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/achodik.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/achodik.wordpress.com/164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/achodik.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/achodik.wordpress.com/164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/achodik.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/achodik.wordpress.com/164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/achodik.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/achodik.wordpress.com/164/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=achodik.wordpress.com&amp;blog=8096081&amp;post=164&amp;subd=achodik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://achodik.wordpress.com/2011/04/26/efek-mozaik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/29143ac126bb8faadb40ae3bf2e1737e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">teM</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mitrakamera.com/asset/product/2010/04/18/image_917614.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://masteringphotoshop.files.wordpress.com/2009/04/capture-022.jpg?w=400&#038;h=300" medium="image" />

		<media:content url="http://masteringphotoshop.files.wordpress.com/2009/04/capture-032.jpg?w=400&#038;h=300" medium="image" />

		<media:content url="http://masteringphotoshop.files.wordpress.com/2009/04/capture-042.jpg?w=499&#038;h=417" medium="image" />

		<media:content url="http://masteringphotoshop.files.wordpress.com/2009/04/capture-052.jpg?w=476&#038;h=305" medium="image" />

		<media:content url="http://masteringphotoshop.files.wordpress.com/2009/04/capture-062.jpg?w=496&#038;h=378" medium="image" />

		<media:content url="http://masteringphotoshop.files.wordpress.com/2009/04/capture-072.jpg?w=238&#038;h=241" medium="image" />

		<media:content url="http://masteringphotoshop.files.wordpress.com/2009/04/capture-082.jpg?w=238&#038;h=241" medium="image" />

		<media:content url="http://masteringphotoshop.files.wordpress.com/2009/04/capture-091.jpg?w=499&#038;h=376" medium="image" />

		<media:content url="http://masteringphotoshop.files.wordpress.com/2009/04/capture-101.jpg?w=497&#038;h=375" medium="image" />

		<media:content url="http://masteringphotoshop.files.wordpress.com/2009/04/capture-111.jpg?w=486&#038;h=366" medium="image" />

		<media:content url="http://masteringphotoshop.files.wordpress.com/2009/04/capture-012.jpg?w=493&#038;h=396" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Out of Frame</title>
		<link>http://achodik.wordpress.com/2011/04/26/out-of-frame/</link>
		<comments>http://achodik.wordpress.com/2011/04/26/out-of-frame/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Apr 2011 04:10:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sodik</dc:creator>
				<category><![CDATA[hasiL Tangan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://achodik.wordpress.com/?p=162</guid>
		<description><![CDATA[Tema gambar out of border atau out of frame seperti di atas selalu populer dalam kontes-kontes Photoshop. Hanya bermodalkan layer mask dan penambahan bayangan, gambar Anda dapat menipu orang yang melihatnya. Buka objek yang dijadikan batas gambar, dalam kasus ini frame foto. Seleksi bagian dalam frame. Buka gambar objek. Tekan ctrl+A lalu ctrl+C untuk menyimpannya ke memori. Kembali ke gambar frame, tekan ctrl+shift+V. Tekan ctrl+T, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=achodik.wordpress.com&amp;blog=8096081&amp;post=162&amp;subd=achodik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<table width="100%" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr align="left">
<td>
<img src="http://mitrakamera.com/asset/product/2010/04/25/image_113718.jpg" alt="" /></p>
<p>Tema gambar <em>out of border</em> atau <em>out of frame</em> seperti di atas selalu populer dalam kontes-kontes Photoshop. Hanya bermodalkan layer mask dan penambahan bayangan, gambar Anda dapat menipu orang yang melihatnya.<br />
Buka objek yang dijadikan batas gambar, dalam kasus ini frame foto.<br />
<img src="http://masteringphotoshop.files.wordpress.com/2009/01/011009-1526-outofframe2.jpg?w=650" alt="" /><br />
Seleksi bagian dalam frame.<br />
<img src="http://masteringphotoshop.files.wordpress.com/2009/01/011009-1526-outofframe3.jpg?w=650" alt="" /><br />
Buka gambar objek. Tekan <strong>ctrl+A</strong> lalu <strong>ctrl+C</strong> untuk menyimpannya ke memori.<br />
<img src="http://masteringphotoshop.files.wordpress.com/2009/01/011009-1526-outofframe4.jpg?w=650" alt="" /><br />
Kembali ke gambar frame, tekan <strong>ctrl+shift+V</strong>. Tekan <strong>ctrl+T</strong>, atur ukuran gambar dan pastikan bagian objek yang akan dikeluarkan berada di luar frame.<br />
<img src="http://masteringphotoshop.files.wordpress.com/2009/01/011009-1526-outofframe5.jpg?w=650" alt="" /><br />
Sekarang aktifkan layer mask dengan cara klik kotak di sebelah thumbanil layer.<br />
<img src="http://masteringphotoshop.files.wordpress.com/2009/01/011009-1526-outofframe6.jpg?w=650" alt="" /><br />
Tekan <strong>D</strong> untuk mengisi warna depan dengan putih. Aktifkan tool brush dengan hardness 90%, secara hati-hati lukis hingga koran muncul kembali.<br />
<img src="http://masteringphotoshop.files.wordpress.com/2009/01/011009-1526-outofframe7.jpg?w=650" alt="" /><br />
Teruskan proses ini hingga semua bagian koran keluar. Jika ada gambar lebih yang muncul tekan<strong>X</strong> lalu lukis lagi untuk menyembunyikannya.<br />
<img src="http://masteringphotoshop.files.wordpress.com/2009/01/011009-1526-outofframe8.jpg?w=650" alt="" /><br />
Bentuk layer mask akan kurang lebih seperti di bawah.<br />
<img src="http://masteringphotoshop.files.wordpress.com/2009/01/011009-1526-outofframe9.jpg?w=650" alt="" /><br />
Buat layer baru di bawah gambar objek. Menggunakan tool lasso poligon buat seleksi berbentuk bayangan koran di frame lalu isi dengan warna hitam.<br />
<img src="http://masteringphotoshop.files.wordpress.com/2009/01/011009-1526-outofframe10.jpg?w=650" alt="" /><br />
Hilangkan seleksi dengan <strong>ctrl+D</strong>.<br />
Haluskan bayangan dengan filter Gaussian Blur.<br />
<img src="http://masteringphotoshop.files.wordpress.com/2009/01/011009-1526-outofframe11.jpg?w=650" alt="" /><br />
Makin jauh bayangan dari objeknya maka ia akan makin lembut. Sekarang pilih bayangan terjauh. Haluskan seleksi dengan memberi perintah feather (<strong>ctrl+alt+D</strong>).<br />
<img src="http://masteringphotoshop.files.wordpress.com/2009/01/011009-1526-outofframe12.jpg?w=650" alt="" /><br />
Sekali lagi beri Gaussian Blur agar bagian itu makin lembut.<br />
<img src="http://masteringphotoshop.files.wordpress.com/2009/01/011009-1526-outofframe13.jpg?w=650" alt="" /><br />
Turunkan opacity layer agar bayangan terlihat alami.<br />
<img src="http://masteringphotoshop.files.wordpress.com/2009/01/011009-1526-outofframe14.jpg?w=650" alt="" /><br />
Aktifkan tool quick selection.<br />
<img src="http://masteringphotoshop.files.wordpress.com/2009/01/011009-1526-outofframe15.jpg?w=650" alt="" /><br />
Aktifkan background lalu klik dan geser area putih di luar frame untuk memilihnya.<br />
<img src="http://masteringphotoshop.files.wordpress.com/2009/01/011009-1526-outofframe16.jpg?w=650" alt="" /><br />
Balikkan seleksi dengan menekan <strong>ctrl+shift+I</strong>.<br />
<img src="http://masteringphotoshop.files.wordpress.com/2009/01/011009-1526-outofframe17.jpg?w=650" alt="" /><br />
Tekan <strong>ctrl+J</strong> untuk memindahkan frame ke layer terpisah. Beri layer styles drop shadow untuk menambahkan kesan 3D.<br />
<img src="http://masteringphotoshop.files.wordpress.com/2009/01/011009-1526-outofframe18.jpg?w=650" alt="" /><br />
Dan akhirnya, seperti inilah hasil yang kita peroleh. Ia terlihat sangat nyaman di dunianya sehingga tanpa disadari sebagian korannya keluar ke dunia nyata.<br />
<img src="http://masteringphotoshop.files.wordpress.com/2009/01/011009-1526-outofframe19.jpg?w=650" alt="" /></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<br />Filed under: <a href='http://achodik.wordpress.com/category/hasil-tangan/'>hasiL Tangan</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/achodik.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/achodik.wordpress.com/162/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/achodik.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/achodik.wordpress.com/162/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/achodik.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/achodik.wordpress.com/162/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/achodik.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/achodik.wordpress.com/162/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/achodik.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/achodik.wordpress.com/162/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/achodik.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/achodik.wordpress.com/162/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/achodik.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/achodik.wordpress.com/162/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=achodik.wordpress.com&amp;blog=8096081&amp;post=162&amp;subd=achodik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://achodik.wordpress.com/2011/04/26/out-of-frame/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/29143ac126bb8faadb40ae3bf2e1737e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">teM</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mitrakamera.com/asset/product/2010/04/25/image_113718.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://masteringphotoshop.files.wordpress.com/2009/01/011009-1526-outofframe2.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://masteringphotoshop.files.wordpress.com/2009/01/011009-1526-outofframe3.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://masteringphotoshop.files.wordpress.com/2009/01/011009-1526-outofframe4.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://masteringphotoshop.files.wordpress.com/2009/01/011009-1526-outofframe5.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://masteringphotoshop.files.wordpress.com/2009/01/011009-1526-outofframe6.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://masteringphotoshop.files.wordpress.com/2009/01/011009-1526-outofframe7.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://masteringphotoshop.files.wordpress.com/2009/01/011009-1526-outofframe8.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://masteringphotoshop.files.wordpress.com/2009/01/011009-1526-outofframe9.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://masteringphotoshop.files.wordpress.com/2009/01/011009-1526-outofframe10.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://masteringphotoshop.files.wordpress.com/2009/01/011009-1526-outofframe11.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://masteringphotoshop.files.wordpress.com/2009/01/011009-1526-outofframe12.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://masteringphotoshop.files.wordpress.com/2009/01/011009-1526-outofframe13.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://masteringphotoshop.files.wordpress.com/2009/01/011009-1526-outofframe14.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://masteringphotoshop.files.wordpress.com/2009/01/011009-1526-outofframe15.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://masteringphotoshop.files.wordpress.com/2009/01/011009-1526-outofframe16.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://masteringphotoshop.files.wordpress.com/2009/01/011009-1526-outofframe17.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://masteringphotoshop.files.wordpress.com/2009/01/011009-1526-outofframe18.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://masteringphotoshop.files.wordpress.com/2009/01/011009-1526-outofframe19.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Tips Foto Di Kebun Binatang</title>
		<link>http://achodik.wordpress.com/2011/04/26/tips-foto-di-kebun-binatang/</link>
		<comments>http://achodik.wordpress.com/2011/04/26/tips-foto-di-kebun-binatang/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Apr 2011 04:05:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sodik</dc:creator>
				<category><![CDATA[tugaS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://achodik.wordpress.com/?p=159</guid>
		<description><![CDATA[Kebun binatang adalah salah satu tempat favorit penggemar fotografi, mungkin karena kebanyakan dari kita menyukai hewan sebagai obyek foto namun merasa berat dan repot kalau harus benar-benar ke hutan, maka kebun binatang adalah jalan tengahnya. Kalau anda belum pernah menjajal kemampuan fotografi anda di kebun binatang, maka memotret di kebun binatang wajib dicoba. Apa Yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=achodik.wordpress.com&amp;blog=8096081&amp;post=159&amp;subd=achodik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://mitrakamera.com/asset/product/2010/12/08/image_372172.jpg" alt="" /></p>
<p>Kebun binatang adalah salah satu tempat favorit penggemar fotografi, mungkin karena kebanyakan dari kita menyukai hewan sebagai obyek foto namun merasa berat dan repot kalau harus benar-benar ke hutan, maka kebun binatang adalah jalan tengahnya. Kalau anda belum pernah menjajal kemampuan fotografi anda di kebun binatang, maka memotret di kebun binatang wajib dicoba.</p>
<p><strong>Apa Yang perlu Anda Masukkan Ke Tas Kamera?</strong></p>
<p>Peralatan yang saya rekomendasikan untuk dibawa adalah kombinasi kamera SLR + lensa medium tele diatas 85 mm (baca tentang <a href="http://belajarfotografi.com/memahami-focal-length-lensa-slr/">panjang focal disini</a>) atau kamera saku Super Zoom dengan zoom optik 10-12 kali (baca lagi beda antara <a href="http://belajarfotografi.com/mengenal-jenis-kamera-digital-saku-superzoom-dan-slr/">kamera SLR, superzoom dan saku</a>), kalau anda memiliki lensa makro bolehlah dibawa serta.</p>
<p>Lensa sepanjang ini diperlukan karena kebanyakan hewan dikebun binatang ditempatkan dalam jarak yang agak jauh dari pengunjung, bahkan seringkali ditambahi pagar kawat diantaranya. Lensa medium tele/ super zoom bisa mengatasi kondisi ini. Namun kalau anda hanya memiliki lensa pendek, jangan berkecil hati, anda tetap bisa menggunakannya untuk memotret atraksi hewan, hewan jinak yang dibiarkan berkeliaran atau bahkan suasana di kebun binatang itu sendiri.</p>
<p><strong>Arahkan Fokus Pada Mata</strong></p>
<p>Seperti kata pepatah, mata adalah jendela jiwa, maka untuk menangkap jiwa &#8220;kebinatangan&#8221; mereka secara jernih, fokuskan jepretan anda pada mata si hewan. Kalau anda sukses menangkap tatapan khas seekor hewan, foto anda akan berasa lebih dalam dan memiliki sentuhan.</p>
<p><img src="http://mitrakamera.com/asset/gallery/2010/12/08/image_995863.jpg" alt="" width="450" height="279" /></p>
<p><strong>Teroboslah Pagar Kawat Itu</strong></p>
<p>He he&#8230; tentu saja kata-kata diatas hanya kiasan (saya sih cuma sayang kameranya kalau anda sampai diterkam si maung). Maksud saya sebenarnya, jangan biarkan pagar kawat itu muncul di hasil foto anda nantinya. Trik menghilangkan kawat supaya tidak tampak di foto adalah begini:</p>
<p><strong>&gt;</strong>Gunakan aperture priority (atau manual)</p>
<p><strong>&gt;</strong>Set aperture sebesar-besarnya (pahami lagi <a href="http://belajarfotografi.com/memahami-aperture-depth-of-field/">konsep aperture</a>)</p>
<p><strong>&gt;</strong>Atur zoom (<a href="http://belajarfotografi.com/memahami-focal-length-lensa-slr/">focal length</a>) di posisi maksimal</p>
<p><strong>&gt;</strong>Tempelkan lensa anda di pagar serapat-rapatnya</p>
<p><strong>&gt;</strong>Lalu atur fokus agar jatuh di hewan (terutama matanya)</p>
<p><strong>&gt;</strong>Jepret</p>
<p>Dalam kasus anda menggunakan kamera tanpa tersedia mode manual (aperture priority), gunakan mode portrait.</p>
<p>Cara diatas pada intinya adalah untuk mengatur Depth of Field (Apa itu <a href="http://belajarfotografi.com/memahami-aperture-depth-of-field/">Depth of Field?</a>) sedangkal-dangkalnya (shallow), sehingga saat anda menjatuhkan fokus pada hewan maka pagar kawat menjadi sangat kabur seolah-olah hilang.</p>
<p>Seorang kawan punya trik lebih hebat dalam mengatasi pagar kawat, &#8220;Cari pagar kawat yang agak sobek, biasanya kebun binatang di Indonesia perawatannya agak kurang, sehingga keumngkinan besar anda bisa menemukan lobang yang cukup agar lensa bisa masuk sedikit.&#8221; Nah itu kata kawan saya bukan saya sendiri.</p>
<p><strong>Tunggu Momen Ketika Hewan Berinteraksi/Beraksi</strong></p>
<p>Memotret hewan yang sedang dalam posisi diam itu sudah biasa, namun memotret hewan yang sedang berinteraksi atau beraksi, itu baru beda. Interaksi disini bisa jadi interaksi hewan dengan sesama hewan, dengan pengunjung (atau pawang) atau bahkan dengan lingkungannya (misal bermain-main dengan ranting atau air). Beraksi bisa jadi hewan yang sedang mengaum, berlari atau bermain.</p>
<p>Kalau anda amati para juara lomba foto satwa, anda akan menemukan sebagian besar foto yang menang adalah foto yang menunjukkan hewan yang sedang berinteraksi. Kuncinya adalah kesabaran anda, karena momen seperti ini tidak bisa diatur.</p>
<p><img src="http://mitrakamera.com/asset/gallery/2010/12/08/image_622138.jpg" alt="" width="448" height="318" /></p>
<p><strong>Tips Untuk Hewan Hiperaktif</strong></p>
<p>Dalam beberapa kasus anda akan menghadapi hewan yang gerakannya amat cepat seperti burung. Dalam kondisi seperti ini, atur setelan ISO (<a href="http://belajarfotografi.com/memahami-konsep-iso-pada-fotografi/">apa itu ISO?</a>) di auto ISO, gunakan continous mode (burst) dan set <a href="http://belajarfotografi.com/memahami-shutter-speed/">shutter speed</a> yang cukup tinggi (diatas 2 kali panjang fokal) serta atur aperture selebar-lebarnya agar foto anda tetap tajam.</p>
<p><strong>Jadilah Selektif</strong></p>
<p>Memotret di kebun binatang dengan pilihan hewan yang banyak dan beraneka ragam menuntut kita harus selektif dan tertata, jangan memaksakan diri ingin memotret semuanya. Cari tahu daftar hewan yang ada dan lebih baik lagi kalau anda bisa mengetahui lokasi hewan tersebut sebelumnya. Dengan begitu anda bisa memilih urutan hewan mana saja yang ingin anda foto. Pilih sasaran anda dan usahakan tetap disitu sampai anda menghasilkan paling tidak beberapa jepretan yang dirasa memenuhi standar anda. Jangan tergesa-gesa, anda tidak sedang diburu tenggat waktu bukan?</p>
<p><img src="http://mitrakamera.com/asset/gallery/2010/12/08/image_374779.jpg" alt="" width="445" height="334" /></p>
<p><strong>Lihat Kondisi Cahaya</strong></p>
<p>Saat anda memotret hewan dialam terbuka, anda membutuhkan cahaya yang cukup, namun juga tidak berlebihan. Datanglah pagi-pagi karena saat pagi cahaya yang ada cukup namun tidak berlebihan. Cahaya di siang bolong kurang mendukung untuk pemotretan karena terlalu kuat, sifatnya datar dan keras sehingga foto akan memiliki banyak bayangan gelap dan terlalu kontras. Anda bisa mulai memotret lagi saat mulai mendekati sore hari.</p>
<p>Namun kalau kebun binatang yang dikunjungi cukup rimbun, maka anda beruntung karena bisa terlindung dari sinar matahari siang hari yang berlebihan. Saat diang datang, carilah lokasi yang cukup rimbun dan potretlah di area yang ada dibalik bayangan pohon.</p>
<p><strong>Jangan Lupakan Obyek Lain</strong></p>
<p>Meskipun anda pergi ke kebun binatang dan meniatkan diri memotret hewan, jangan lupakan obyek lain selain itu. Perhatikan juga ekspresi pengunjung saat melihat hewan-hewan tersebut, seringkali ekspresi mereka juga cukup menarik untuk diabadikan dalam foto anda.</p>
<p>Seringkali pihak kebun binatang juga mengadakan berbagai atraksi menarik untuk menyedot pengunjung, cari tahu apa saja atraksi yang tersedia, siapa tahu anda bisa menemukan obyek menarik disitu.</p>
<br />Filed under: <a href='http://achodik.wordpress.com/category/tugas/'>tugaS</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/achodik.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/achodik.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/achodik.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/achodik.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/achodik.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/achodik.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/achodik.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/achodik.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/achodik.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/achodik.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/achodik.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/achodik.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/achodik.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/achodik.wordpress.com/159/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=achodik.wordpress.com&amp;blog=8096081&amp;post=159&amp;subd=achodik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://achodik.wordpress.com/2011/04/26/tips-foto-di-kebun-binatang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/29143ac126bb8faadb40ae3bf2e1737e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">teM</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mitrakamera.com/asset/product/2010/12/08/image_372172.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://mitrakamera.com/asset/gallery/2010/12/08/image_995863.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://mitrakamera.com/asset/gallery/2010/12/08/image_622138.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://mitrakamera.com/asset/gallery/2010/12/08/image_374779.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>MENGHITUNG NILAI RESISTOR PADA RANGKAIAN LED</title>
		<link>http://achodik.wordpress.com/2011/04/16/menghitung-nilai-resistor-pada-rangkaian-led/</link>
		<comments>http://achodik.wordpress.com/2011/04/16/menghitung-nilai-resistor-pada-rangkaian-led/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 16 Apr 2011 09:13:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sodik</dc:creator>
				<category><![CDATA[1]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://achodik.wordpress.com/?p=155</guid>
		<description><![CDATA[LED adalah komponen elektronika yang terbuat dari bahan semi konduktor jenis dioda yang mampu memencarkan cahaya. LED mampu menghasilkan cahaya yang berbeda beda menurut semi konduktor yang digunakan dan jenis bahan semi konduktor  tersebut akan menghasilkan panjang gelombang yang berbeda sehingga cahaya yang dihasilkan bebeda pula. CARA KERJA LED : Karena LED adalah salah satu jenis [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=achodik.wordpress.com&amp;blog=8096081&amp;post=155&amp;subd=achodik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2><span class="Apple-style-span" style="font-size:15px;"><br />
</span></h2>
<div>
<div>
<div>
<div></div>
<div>
<div dir="ltr">
<div></div>
<div></div>
<div></div>
<div dir="LTR"></div>
<div dir="LTR">LED adalah komponen elektronika yang terbuat dari bahan semi konduktor jenis dioda yang mampu memencarkan cahaya. LED mampu menghasilkan cahaya yang berbeda beda menurut semi konduktor yang digunakan dan jenis bahan semi konduktor  tersebut akan menghasilkan panjang gelombang yang berbeda sehingga cahaya yang dihasilkan bebeda pula.</div>
<div dir="LTR">CARA KERJA LED :</div>
<div dir="LTR">Karena LED adalah salah satu jenis dioda maka LED memiliki 2 kutub yaitu anoda dan katoda. Dalam  hal ini LED akan menyala bila ada arus listrik mengalir dari  anoda menuju katoda. Pemasangan kutub LED tidak boleh terebalik karena apabila terbalik kutubnya maka LED tersebut tidak akan menyala. Led memiliki karakteristik berbeda-beda menurut warna yang dihasilkan. Semakin tinggi arus yang mengalir pada led maka semakin terang pula cahaya yang dihasilkan, namun perlu diperhatikan bahwa besarnya arus yang diperbolehkan 10mA-20mA dan pada tegangan 1,6V &#8211;  3,5 V menurut karakter warna yang dihasilkan. Apabila arus yang mengalir lebih dari 20mA maka led akan terbakar. Untuk menjaga agar LED tidak terbakar perlu kita gunakan resistor sebagai penghambat arus.</div>
<div dir="LTR">Gambar LED :</div>
<div><a href="http://1.bp.blogspot.com/_2_uuFet5NhY/TGzBuqEwcdI/AAAAAAAAADQ/rKmp0jWsYRE/s1600/led+3.bmp"><br />
</a></div>
<div dir="LTR"></div>
<div dir="LTR">
</div>
<div dir="LTR">Tegangan kerja / jatuh tegangan  pada sebuah menurut warna yang dihasilkan :</div>
<div dir="LTR">1. Infra merah : 1,6 V</div>
<div dir="LTR">2. Merah : 1,8 V – 2,1 V</div>
<div dir="LTR">3. Oranye : 2,2 V</div>
<div dir="LTR">4. Kuning : 2,4 V</div>
<div dir="LTR">5. Hijau : 2,6 V</div>
<div dir="LTR">6. Biru : 3,0 V – 3,5 V</div>
<div dir="LTR">7. Putih : 3,0 – 3,6 V</div>
<div dir="LTR">8. Ultraviolet : 3,5 V</div>
<div dir="LTR">Berdasarkan Hukum Ohm,  V=I.R</div>
<div dir="LTR">Keterangan : V = tegangan,  I = arus listrik,  R = Resistor.</div>
<div dir="LTR">Apabila kita mencari nilai resistor maka : R = V/I</div>
<div dir="LTR">R =(Vs-Vd) / I</div>
<div dir="LTR">Vs = tegangan sumber(batry,accu,power suply).</div>
<div dir="LTR">Vd = jatuh tegangan.</div>
<div dir="LTR">Contoh : Misal kita mempunyai sebuah LED warna merah (memiliki jatuh tegangan 1,8 Volt) yang akan dinyalakan menggunakan  sumber tegangan(misalnya accu) : 12Volt maka kita harus mencari nilai resistor yang akan dihubungkan secara seri dengan LED. Untuk led yang digunakan sebagai indikator rangkaian kita menggunakan arus minimum agar led tahan lama yaitu 10mA. Apabila kita menginginkan led sebagai aksesori(cahaya yang terang) kita menggunakan arus maksimum yaitu 20mA. Sebagai contoh kita akan merangkai led sebagai aksesori maka kita menggunakan arus maksimum 20mA. Jadi dari masalah diatas dapat diketahui : tegangan yang digunakan : 12V, jatuh tegangan : 1,8V, dan Arus listrik : 20mA=0,02Ampere. R=(12-1,8) / 0,02 = 510 ohm.<br />
Untuk menghitung nilai resistor seri led secara cepat menurut <a href="http://www.facebook.com/update_security_info.php?wizard=1#%21/geloraelektronik">Gelora Elektronik Kursus</a> adalah 100X selisih tegangan sumber dikurangi tegangan led : R seri dalam satuan ohm.<br />
R=100X(12-1,8) =1.020 Ohm, bisa kita bulatkan 1K karena dipasaran tidak ada yang jual 1.020 Ohm.</div>
<div></div>
<div></div>
<div dir="LTR">Menghitung nilai resistor secara parallel</div>
<div dir="LTR">:</div>
<div dir="LTR"></div>
<div dir="LTR">R LED Merah=(12 V- 1.8V) /0.02 A = 510 ohm.</div>
<div dir="LTR">R LED Biru(12V &#8211; 3V) / 0.02 A = 450 ohm.</div>
<div dir="LTR">Menghitung resistor secara seri :</div>
<div dir="LTR"></div>
<div dir="LTR">R = (12V &#8211; 9.6 V) / 0.02 A = 120 ohms</div>
<div></div>
<div></div>
<div dir="LTR">
</div>
<div dir="LTR">Mennghitung resistor pada LED nyala putih(super bright)</div>
<div dir="LTR">Kita memiliki 3 buah led nyala putih(super bright) dan akan kita nyalakan dengan mengguynakan accu 12 Volt maka<br />
<strong>R= </strong>(12V &#8211; (3.6 V x 3) / .0,3 A = 40Ω</div>
<div dir="LTR">Gambar LED super bright :</div>
<p><a href="http://3.bp.blogspot.com/_2_uuFet5NhY/TGzCcZhb3bI/AAAAAAAAADo/updKr_2eLcg/s1600/led+6.bmp"> </a><br />
<strong>Catatan : Untuk indikator pada rangkaian kita menggunakan arus 10mA agar led tahan lama sedangkan untuk aksesori yang menyala lebih terang kita menggunakan arus maksimum 20mA</strong></div>
</div>
</div>
</div>
</div>
<br />Filed under: <a href='http://achodik.wordpress.com/category/1/'>1</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/achodik.wordpress.com/155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/achodik.wordpress.com/155/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/achodik.wordpress.com/155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/achodik.wordpress.com/155/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/achodik.wordpress.com/155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/achodik.wordpress.com/155/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/achodik.wordpress.com/155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/achodik.wordpress.com/155/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/achodik.wordpress.com/155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/achodik.wordpress.com/155/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/achodik.wordpress.com/155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/achodik.wordpress.com/155/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/achodik.wordpress.com/155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/achodik.wordpress.com/155/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=achodik.wordpress.com&amp;blog=8096081&amp;post=155&amp;subd=achodik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://achodik.wordpress.com/2011/04/16/menghitung-nilai-resistor-pada-rangkaian-led/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/29143ac126bb8faadb40ae3bf2e1737e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">teM</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Garis dan Bentuk (Master Composition)</title>
		<link>http://achodik.wordpress.com/2011/04/14/garis-dan-bentuk-master-composition-2/</link>
		<comments>http://achodik.wordpress.com/2011/04/14/garis-dan-bentuk-master-composition-2/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 Apr 2011 14:39:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sodik</dc:creator>
				<category><![CDATA[1]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://achodik.wordpress.com/?p=140</guid>
		<description><![CDATA[Garis dan Bentuk Anda perlu melatih mata Anda untuk melihat garis dan bentuk dalam sebuah gambar. Mereka membangun blok dalam foto anda. Masing-masing dapat digunakan untuk meningkatkan gambar Anda untuk memastikan Anda mendapatkan pesan secara efektif. garis horizontal, misalnya, membawakan pesan tenang &#8211; memikirkan orang tidur atau cakrawala yang jauh. garis vertikal, seperti pohon atau [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=achodik.wordpress.com&amp;blog=8096081&amp;post=140&amp;subd=achodik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Garis dan Bentuk  Anda perlu melatih mata Anda untuk melihat garis dan bentuk dalam sebuah gambar. Mereka membangun blok dalam foto anda. Masing-masing dapat digunakan untuk meningkatkan gambar Anda untuk memastikan Anda mendapatkan pesan secara efektif. garis horizontal, misalnya, membawakan pesan tenang &#8211; memikirkan orang tidur atau cakrawala yang jauh. garis vertikal, seperti pohon atau gedung pencakar langit menawarkan suatu keadaan yang lebih dinamis, terutama saat tembakan diambil dalam format potrait untuk menekankan tinggi nya. Yang paling kuat dari semua adalah diagonal. Ini adalah garis yang memotong pandangan Anda dan membawa Anda ke dalam gambar. Hal ini dapat digunakan untuk menciptakan rasa kedalaman dan gerakan, dan membawa bidang datar foto menjadi lebih hidup.    Garis horizontal  Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, garis ini adalah garis yang paling &#8216;tenang&#8217;, membawa perdamaian ke foto Anda. Bayangkan, garis cakrawala secara langsung melalui pusat foto Anda, bayangkan luas langit yang sama di setiap sisi landscap nya, di saat yang sama bayangkan anda sedang dalam perjalanan ke sebuah foto kusam! secara alami, tidak selalu harus seperti ini prakteknya tapi praktek yang baik untuk berpikir tentang unsur� apa yang lebih mengesankan dalam foto anda dan mengabadikan cakrawala yang lebih tinggi atau lebih rendah untuk menekankan hal itu.  Anda dapat membuatnya menjadi lebih ekstrem. Untuk benar-benar menghadirkan matahari terbenam yang menakjubkan, penuh pelek terang, awan menarik, menemukan topik yang akan membuat siluet mencolok, kemudian membuat hal kecil di bagian bawah frame Anda. Lapisan garis horizontal dapat memberikan ritme untuk gambar Anda &#8211; memikirkan gelombang pecah di pantai, gelombang lebih masuk ke tampilan dan cakrawala di latar belakang. &#8216;ritme&#8217; garis tersebut bisa menjadi subyek itu sendiri.  Garis vertikal  Kuat, dinamis. Kombinasikan garis horizontal dengan ini untuk menciptakan hasil yang lebih kuat. Ketika kita berpikir tentang garis vertikal, kita berpikir tentang pohon, bangunan dan orang. Jika Anda ingin menekankan tinggi nya, cobalah beralih ke format vertikal untuk foto Anda &#8211; Anda dapat meningkatkan ukuran mereka, meskipun kekuatan mereka akan dicerminkan oleh sisi terpanjang frame.  Sebaliknya, Anda dapat membuat garis vertikal seolah-olah mereka meledak keluar dari gambar itu jika Anda memilih format lansekap, menjalankan ujung atas dan bawah garis keluar dari frame.  Beruntung, keuntungan digital berarti kita dapat benar konvergen vertikal dengan kemudahan dalam pasca-produksi, semakin memperkuat kekuatan garis vertikal.  Garis diagonal  Yang paling menarik dan secara visual menarik garis. Mereka dapat membawa Anda ke dalam bingkai ke pusat perhatian oleh yang paling dinamis rute. Sebagai pemirsa kita cenderung lebih memperhatikan subyek memotong melalui visi kami.  Hindari membelah frame secara langsung menjadi dua dengan menjalankan garis diagonal dari satu sudut yang lain &#8211; karena gambar cenderung akan kehilangan makna. Ini lebih menarik untuk memiliki diagonal mulai hanya untuk satu sisi sudut dan terus melalui bingkai ke sisi lain dari sudut yang berlawanan. Anda akan memiliki gambaran yang lebih seimbang yang bekerja dalam batas-batas frame.    Bentuk  Yang paling aktif bentuk menggunakan garis diagonal &#8211; segitiga merupakan blok bangunan yang menarik untuk gambar Anda. Tiga belah pihak juga memperkenalkan angka ganjil dalam kosa kata fotografi. Selain sebagai subjek berbentuk segitiga, pikirkan tentang struktur foto Anda &#8211; ada tiga unsur Anda bisa bergabung bersama-sama dengan garis imajiner untuk membentuk sebuah segitiga?  bentuk bersisi empat seperti persegi dan persegi panjang cermin empat sisi bingkai foto &#8211; ada konflik tidak ada, sehingga pengalaman menonton ini tidak menyerap. Namun, mereka dapat digunakan bersama Diagonal-diagonal dan segitiga untuk menghasilkan gambar lebih menarik.</p>
<br />Filed under: <a href='http://achodik.wordpress.com/category/1/'>1</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/achodik.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/achodik.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/achodik.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/achodik.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/achodik.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/achodik.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/achodik.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/achodik.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/achodik.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/achodik.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/achodik.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/achodik.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/achodik.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/achodik.wordpress.com/140/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=achodik.wordpress.com&amp;blog=8096081&amp;post=140&amp;subd=achodik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://achodik.wordpress.com/2011/04/14/garis-dan-bentuk-master-composition-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/29143ac126bb8faadb40ae3bf2e1737e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">teM</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengenal Lebih dalam Feature PFC pada PSU</title>
		<link>http://achodik.wordpress.com/2011/04/04/mengenal-lebih-dalam-feature-pfc-pada-psu/</link>
		<comments>http://achodik.wordpress.com/2011/04/04/mengenal-lebih-dalam-feature-pfc-pada-psu/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 Apr 2011 08:25:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sodik</dc:creator>
				<category><![CDATA[1]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://achodik.wordpress.com/?p=132</guid>
		<description><![CDATA[ernahkah ketika Anda mengerjakan tugas di depan PC (Personal Computer) tiba-tiba komputer yang Anda pakai me-restart dengan sendirinya? Bila ya, maka dapat dipastikan kondisi aliran listrik di tempat Anda tinggal tidak stabil disebabkan oleh banyak faktor.  Hal tersebut sangat umum terjadi di Indonesia, dimana masih banyak daerah yang kekurangan pasokan listrik, terlebih lagi pada daerah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=achodik.wordpress.com&amp;blog=8096081&amp;post=132&amp;subd=achodik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>ernahkah ketika Anda mengerjakan tugas di depan PC (<em>Personal Computer</em>) tiba-tiba komputer yang Anda pakai me-<em>restart</em> dengan sendirinya? Bila ya, maka dapat dipastikan kondisi aliran listrik di tempat Anda tinggal tidak stabil disebabkan oleh banyak faktor.  Hal tersebut sangat umum terjadi di Indonesia, dimana masih banyak daerah yang kekurangan pasokan listrik, terlebih lagi pada daerah yang padat penduduknya.</p>
<p>Salah satu komponen pada PC yang berperan penting dalam menjaga kestabilan listrik untuk sistem<em>rig</em> komputer Anda adalah PSU (Power Supply Unit).  Ya PSU, ibarat jantung manusia, PSU memiliki andil besar dalam menjaga keberlangsungan hidup periferal komputer Anda lainnya.  Saat ini kebutuhan akan power supply komputer yang berkualitas menjadi semakin penting semenjak digulirkannya kebijakan hemat energi dan isu pemanasan global.</p>
<p>Masih lekat dalam ingatan penulis, sekitar 6 tahun lalu, power supply komputer hanya memiliki daya sekitar 150-200 watt.  Daya “sekecil” itupun belum tentu habis terpakai oleh semua periferal komputer saat itu, sehingga tidak jarang banyak orang menganggap remeh pentingnya power supply komputer yang berkualitas.  Pada saat itu, periferal PC memang tidak meminta daya yang terlalu besar.  Selain itu masalah stabilitas-pun menjadi faktor yang tidak terlalu dipikirkan, karena kebutuhan listrik untuk 6 tahun lalu masih dalam angka aman dan stabil di Indonesia.</p>
<p>Hal sebaliknya dijumpai saat ini.  Hampir semua komputer generasi baru sudah tidak berjalan pada frekuensi MHz lagi melainkan mencapai batas GHz.  Secara otomatis, kebutuhan daya yang diminta juga semakin besar.  Namun tidak hanya dayanya saja yang besar, power supply komputer juga harus bisa memberikan suplai listrik yang stabil berkelanjutan.  Sangat sering ditemukan kasus komputer bermasalah akibat suplai listrik yang tidak stabil.</p>
<p>Berbekal hal tersebut, banyak produsen PSU berlomba-lomba membuat power supply dengan daya besar, selain itu mereka juga menambahkan featuter tambahan, yaitu Power Factor Correction (PFC).</p>
<p><strong>Apa sih PFC itu?</strong> Secara harfiah PFC adalah suatu feature yang berfungsi untuk memperbaiki aliran listrik yang dikonsumsi oleh peralatan elektronik (dalam hal ini PC).  PFC ada jenis, yaitu<em>passive PFC </em>(pPFC) dan active (aPFC).  Efektivitas passive PFC tidak sebaik active PFC.</p>
<p>Secara sederhana, Power Factor (PF)  merupakan tingkat efisiensi yang ada pada sebuah instalasi listrik.  Misalnya, kapasitas listrik PLN rumah Anda adalah 2200 Watt (asumsi 10A x 220V) dengan nilai PF sekitar 50-60%, maka rumah Anda sebenarnya hanya dialiri listrik antara 1100-1320 Watt.  Jika lebih dari itu, kemungkinan besar MCB meteran listrik rumah Anda akan turun karena kelebihan beban.</p>
<p><strong>Apa yang membedakan PSU PFC dengan non-PFC? </strong>, yaitu stabilitas konsumsi daya listrik.  Pada power supply non- PFC angka beban sistem sering turun naik dengan interval cukup tinggi.  Tentu saja hal ini membuat konsumsi rata-rata total listrik menjadi lebih besar dibandingkan PSU active PFC.  Sebenarnya perbedaan konsumsi daya listrik PSU PFC dengan PSU non-PFC relatif kecil, namun penurunan tagihan listrik baru akan terasa setelah penggunaan dalam jangka waktu yang lama.</p>
<p><strong>Kapan PFC dibutuhkan untuk saya? </strong>Dalam keadaan normal (daya listrik tempat Anda tinggal tinggi, minimal 2200 VA), penggunaan active PFC dan passive PFC sebenarnya tidak terlalu signifikan.  Situasi tadi tentunya berbeda dengan daya PLN rumah yang pas-pasan (1300VA atau kurang).  Dalam kondisi ini feature PSU active PFC mampu memberikan manfaat yang signifikan pada penurunan biaya listrik bulanan Anda.</p>
<p><strong>Lalu Bagaimana langkah saya selanjutnya</strong>? Selisih harga yang jauh antara PSU active PFC dengan PSU passive PFC menjadikan PSU active PFC menjadi kurang ekonomis.  Namun apabila anda menginginkan periferal komputer mahal yang anda miliki ingin berumur panjang dan memiliki kestabilan sistem baik, maka harga yang anda bayarkan rasanya cukup untuk sebuah PSU dengan feature active PFC.</p>
<p><strong>Lalu setelah tahu manfaat PFC itu, bagaimana tips untuk memilih PSU berjenis active PFC</strong></p>
<ol>
<li>Cek PSU yang Anda beli, bila terdapat tulisan Active PFC, kemungkinan besar power supply tersebut memang active PFC.  Selain itu adalah passive PFC.</li>
<li>Cek keterangan pada stiker yang ditempel di PSU.  Apabila tidak ada pilihan tegangan 110/220 V atau 115/230  dan hanya tertulis 100-240 V atau 90-264 V, maka kemungkinan besar power supply tersebut adalah active PFC</li>
</ol>
<p>&nbsp;</p>
<br />Filed under: <a href='http://achodik.wordpress.com/category/1/'>1</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/achodik.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/achodik.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/achodik.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/achodik.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/achodik.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/achodik.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/achodik.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/achodik.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/achodik.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/achodik.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/achodik.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/achodik.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/achodik.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/achodik.wordpress.com/132/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=achodik.wordpress.com&amp;blog=8096081&amp;post=132&amp;subd=achodik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://achodik.wordpress.com/2011/04/04/mengenal-lebih-dalam-feature-pfc-pada-psu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/29143ac126bb8faadb40ae3bf2e1737e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">teM</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Memeriksa Hasil Perawatan PC</title>
		<link>http://achodik.wordpress.com/2011/04/04/memeriksa-hasil-perawatan-pc/</link>
		<comments>http://achodik.wordpress.com/2011/04/04/memeriksa-hasil-perawatan-pc/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 Apr 2011 00:34:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sodik</dc:creator>
				<category><![CDATA[1]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://achodik.wordpress.com/?p=126</guid>
		<description><![CDATA[Kondisi Yang Perlu Diketahui Dari Komponen. Dalam mendiagnosis kerusakan pada komponen komputer, terlebih dahulu perlu diketahui keadaan normal dari komponen tersebut. Berikut kondisi dari masing-masing komponen yang perlu diketahui: a) Casing Casing komputer jarang mengalami gangguan karena fungsinya hanya sebagai tempat atau pelindung dari komponen komputer. Sehingga kondisi yang perlu diperhatikan terletak pada kekuatan dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=achodik.wordpress.com&amp;blog=8096081&amp;post=126&amp;subd=achodik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Kondisi Yang Perlu Diketahui Dari Komponen.</strong></p>
<p>Dalam mendiagnosis kerusakan pada komponen komputer, terlebih dahulu perlu diketahui keadaan normal dari komponen tersebut. Berikut kondisi dari masing-masing komponen yang perlu diketahui:</p>
<p><strong>a) Casing</strong></p>
<p>Casing komputer jarang mengalami gangguan karena fungsinya hanya sebagai tempat atau pelindung dari komponen komputer. Sehingga kondisi yang perlu diperhatikan terletak pada kekuatan dan keindahan dari case komputer. Selain itu dalam sebuah case masih terdapat beberapa komponen seperti fan, saklar dan led indikator. Untuk mengetahui kondisi dari komponen ini perlu dilakukan pengecekan langsung di dalam case komputer. Perlu diperhatikan kabel saklar dan led perlu ditata atau diikat dengan rapi . Kebersihan dari case perlu diperhatikan karena case sangat mudah kotor dari debu dan sarang serangga.</p>
<p><strong>b) Disk Drive</strong></p>
<p>Untuk mengetahui kondisi diskdrive dapat dilakukan dengan mencoba memasukkan disket. Pastikan disket yang digunakan adalah disket yang bagus dan sudah di coba di diskdrive yang masih bagus. Hasil dari pembacaan disket dapat diamati dari lama tidaknya membaca disket dan suara yang dihasilkan ketika membaca disket. Jika pembacaan file cepat dan suara yang dihasilkan halus maka disk drive dipastikan masih bagus. Dan jika suara yang dihasilkan sangat keras dan sering mengalami kegagalan dalam membaca file, diskdrive sudah mengalami gangguan sehingga perlu dilakukan pengecekan. Satu hal lagi yang perlu diperhatikan dalam diskdrive yaitu lampu indikator dari disk drive. Lampu indikator ini hanya menyala jika sedang mengakses diskdrive saja. Jika diketahui lampu diskdrive tidak menyala saat mengakses floppy atau menyala terus walaupun tidak mengakses flooppy maka dapat dipastikan diskdrive mengalami gangguan.</p>
<p><strong>c) CD ROM atau CD RW</strong></p>
<p>Untuk mengetahui kondisi CD ROM atau CD RW masih baik atau tidak, dapat dilakukan dengan memasukkan CD. Dengan memperhatikan kecepatan membaca file dan suara yang dihasilkan ketika membaca sebuah CD dapat diketahui CD ROM atau CD RW masih baik atau tidak. Suara yang bising dan kadang ada suara “krak” perlu diperhatikan kondisi dari CD-ROM atau CD-RW sudah mengalami gejala kerusakan pada bagian mekanik. Sedangkan jika CD mengalami gangguan ketika membaca CD dapat diakibatkan oleh optik kotor atau mengalami kerusakan.</p>
<p><strong>d) Hard disk</strong></p>
<p>Kondisi hard disk dapat dilihat dari dua sisi yaitu software dan hardware. Namun untuk keakuratan dan ketepatan lebih baik jika digunakan software. Dari sisi hardware hanya dapat diketahui kondisi hard disk jika sudah mengalami gejala kerusakan yaitu dari suara hard disk yang mulai berisik saat diakses. Sedangkan dari sisi software dapat diketahui kondisi hardware secara lebih mendalam meliputi kondisi ruang kosong hard disk, fragmentasi file, dan ada tidaknya bad sector pada hard disk. Untuk mengetahui kondisi hard disk dapat digunakan tool yang sudah tersedia dalam sistem operasi windows, yaitu scandisk dan disk defragmenter.</p>
<p><strong>e) VGA Card</strong></p>
<p>Kondisi yang perlu diperhatikan untuk VGA Card yaitu dengan memperhatikan putaran fan pada chipset VGA card tetap lancar tanpa ada bunyi yang berisik. Sedangkan untuk sisi software dapat digunakan tool direct X, dengan tool ini dapat diketahui ada trouble atau tidak.</p>
<p><strong>f) Memori</strong></p>
<p>Untuk memastikan RAM terpasang dengan benar pastikan tidak adanya bunyi 1,2,dan 3 beep untuk AMI bios, 1-4-1, 14-2, atau 2 beep untuk bios phoenix. Selanjutnya setelah setelah sistem dapat berjalan dengan normal hal yang perlu diperhatikan adalah penggunaan memori oleh sistem. Dengan sebuah tool seperti freeRAM xp pro dapat diketahui kondisi ruang kosong dari RAM, dengan tool ini dapat dilakukan penyegaran terhadap RAM atau pembersihan RAM dari program yang tak terpakai sehingga RAM dapat bekerja optimal.</p>
<p><strong>g) CPU (Central Processing Unit)</strong></p>
<p>Kondisi CPU yang perlu dipantau adalah penggunaan resource dan suhu pada prosessor tersebut. Untuk suhu prosessor dipengaruhi dari heatsink dan fan yang digunakan. Untuk itu kondisi heatsink harus dipastikan menempel erat dengan prosesor, sedangkan untuk fan harus dipastikan dapat berputar dengan lancar dan memiliki puratan minimum 5400 rpm. Satu hal lagi yang sangat penting adalah penggunaan tegangan pada prosesoor atau sering disebut VCORE. VCORE harus dalam lingkup toleransi, karena jika tegangan kurang atau lebih akan bermasalah pada CPU, semua kondisi di atas dapat dilihat dalam BIOS khususnya pada menu hardware monitor atau untuk motherboard tertentu sudah menyediakan tool untuk memantau kondisi dari suhu dan tegangan prosesor.</p>
<p><strong>h) Power Supply</strong></p>
<p>Untuk kondisi power supply yang perlu diperhatikan adalah tegangan keluaran 12 volt dan 5 volt nya. Untuk mengetahui tegangan ini dapat digunakan multimeter atau dengan melihat dalam BIOS khususnya pada menu hardware monitor.</p>
<p><strong>i) Motherboard</strong></p>
<p>Kondisi yang perlu diperhatikan dalam motherboard adalah suhu dan fungsionalitas sistem itu sendiri. Untuk suhu dapat diketahui dari hardware monitor atau mengunakan tool bawaan motherboard. Sedangkan untuk fungsionalitas sistem dapat diketahui dengan melihat tampilan hasil pada device manager.</p>
<p><strong>j) Expansion card</strong></p>
<p>Kondisi secara umum yang perku diketahui pada expansion card<br />
adalah posisi expansion card yang telah terpasang dengan sempurna pada pca slot ISA atau PCI dengan benar. Jika komponen ini telah terpasang dengan benar maka komponen tersebut akan terdekteksi oleh sistem, dan selanjutnya tinggal menginstall driver yang sesuai. Komponen yang sudah dikenal oleh sistem akan otomatis terdeteksi dan dapat digunakan oleh sistem PC.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Tool Atau Program Check Komponen</strong></p>
<p><strong>a) Bios</strong></p>
<p>Bios merupakan firmware yaitu sebuah tool yang telah disediakan dalam motherboard. Cara untuk masuk kedalam bios tergantung dari merk bios yang digunakan. Untuk jenis bios AMI AWARD dengan menekan tombol <strong>del</strong> saat start komputer, sedangkan untuk bios yang lain dengan menekan <strong>F2 atau F1 </strong>(tergantung optional di BIOS). Bios dapat digunakan untuk mendeteksi hard disk yang terpasang dan dapat juga digunakan untuk mengetahui kondisi suhu dari CPU, dan motherboard. Selain mendeteksi suhu dapat juga digunakan untuk mendeteksi kecepatan putaran fan CPU dan FAN system motherboard. Tegangan juga dapat diketahui dari bios, tegangan yang dapat dimonitor adalah tegangan pada CPU atau VCORE serta, tegangan 3.3 volt, 5.0 volt dan tegangan 12 volt.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>b) Device manger</strong></p>
<p>Device manager digunakan untuk mengetahui kondisi komponen PC secara menyeluruh. Yaitu kondisi bahwa komponen sudah dapat dideteksi oleh sistem atau kondisi komponen tidak mengalami trouble pada drivernya. Device manager juga dapat digunakan untuk menghidupkan dan mematikan komponen untuk keperluan tertentu. Dari device manager inilah dapat dilakukan update driver.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>c) Disk defragmenter</strong></p>
<p>Disk defragmenter merupakan tool bawaan windows, tool ini digunakan untuk merawat hard disk dari file yang terfragmentasi. File yang terfragmentasi akan mengurangi space hard disk dan akan memperlambat sistem.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>d) DirecxtX</strong></p>
<p>DirectX digunakan untuk mendiagnosis secara keseluruhan komponen yang berhubungan dengan multimedia, seperti VGA card, soundcard, dan LAN card. Selain digunakan untuk mengetahui kondisi di atas directX juga dilengkapi dengan tool yang mampu digunakan untuk mendiagnosa sebuah komponen dalam kondisi trouble atau tidak. Untuk VGA card dilengkapi dengan test directdraw dan test direct3D, untuk sound dan music dilengkapi dengan test direct music dan test direct sound.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>e) Scandisk</strong></p>
<p>Scandisk digunakan untuk melakukan perawatan hard disk dan system, meliputi: file alocation table, struktur file, ada tidaknya bad sector dalam hard disk. Tool ini akan otomatis dijalankan saat start ketika terjadi unclean shutdown akibat gagal listrik atau salah menekan tombol power. Tool scandisk dapat dipanggil dari start programaccesoriess system tool scandisk. Setelah terlihat  maka akan disediakan pilihan untuk memilih drive apa yang akan discan dan juga terdapat dua pilihan jenis scan yang diberikan yaitu standard format dan trough format. Standard format hanya akan mengecek file dan foler yang error, sedangkan through digunakan untuk men-scan file dan folder dari error ditambah dengan scan surface hard disk, dimana akan ditunjukkan hasil report meliputi kapasitas, ruang kosong hard disk, ada atau tidaknya bad sector, jumlah file dan folder termasuk yang terhidden dapat terlihat dalam report scan disk.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>f) Free RAM XP pro 1.40</strong></p>
<p>Free RAM XP pro 1.40 merupakan freeware, tool ini digunakan untuk memonitor pengunaan dari resource dari RAM, CPU, virtual memory, penggunaan memory secara menyeluruh dalam sistem, dan lama uptime sebuah komputer. Sedangkan perintah go digunakan untuk membersihkan RAM dari penggunaan program yang tak terpakai lagi. Hasil akhirnya akan ditampilkan report hasil dari pembersihan dengan tool freeRAM XP pro 1.4. Kita dapat diketahui perbedaan dari jumlah free space dari sebelum dilakukan pembersihan dan setelah dilakukan pembersihan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<br />Filed under: <a href='http://achodik.wordpress.com/category/1/'>1</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/achodik.wordpress.com/126/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/achodik.wordpress.com/126/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/achodik.wordpress.com/126/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/achodik.wordpress.com/126/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/achodik.wordpress.com/126/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/achodik.wordpress.com/126/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/achodik.wordpress.com/126/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/achodik.wordpress.com/126/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/achodik.wordpress.com/126/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/achodik.wordpress.com/126/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/achodik.wordpress.com/126/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/achodik.wordpress.com/126/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/achodik.wordpress.com/126/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/achodik.wordpress.com/126/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=achodik.wordpress.com&amp;blog=8096081&amp;post=126&amp;subd=achodik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://achodik.wordpress.com/2011/04/04/memeriksa-hasil-perawatan-pc/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/29143ac126bb8faadb40ae3bf2e1737e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">teM</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Memperbaiki Kerusakan Umum Pada Laptop</title>
		<link>http://achodik.wordpress.com/2011/04/04/memperbaiki-kerusakan-umum-pada-laptop/</link>
		<comments>http://achodik.wordpress.com/2011/04/04/memperbaiki-kerusakan-umum-pada-laptop/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 Apr 2011 00:32:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sodik</dc:creator>
				<category><![CDATA[hasiL Tangan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://achodik.wordpress.com/?p=124</guid>
		<description><![CDATA[Berikut adalah cara memperbaiki laptop dengan menganalisa gejala masalah secara akurat. Sebagai contoh, sebagian kita akan terburu-buru dan segera membeli baterai baru ketika ber asumsi rusak.Padahal Bisa saja hanya masalah kabel atau konektor yang buruk pada kabel listrik, dan bisa diperbaiki dengan sedikit solder atau isolasi Demikian pula, apabila layar LCD mati, bisa menjadi kegagalan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=achodik.wordpress.com&amp;blog=8096081&amp;post=124&amp;subd=achodik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Berikut adalah cara memperbaiki laptop dengan menganalisa gejala masalah secara akurat. Sebagai contoh, sebagian kita akan terburu-buru dan segera membeli baterai baru ketika ber asumsi rusak.Padahal Bisa saja hanya masalah kabel atau konektor yang buruk pada kabel listrik, dan bisa diperbaiki dengan sedikit solder atau isolasi<br />
<a name="more"></a></p>
<p>Demikian pula, apabila layar LCD mati, bisa menjadi kegagalan mainboard atau adaptor video, inverter buruk atau lampu lcd neon terbakar.</p>
<p>LCD yang perlu diganti, biasanya terjadi karena retak fisik di kaca atau blok dari pixel mati.</p>
<p>Jika CD atau DVD drive tidak bekerja lagi, pastikan Anda sudah mencoba pilihan mencoba kit pembersih sebelum mengganti drive, dan selalu mengecek koneksi sebelum membuang drive yang lama. Adalagi yang akan segera mengidentifikasi sebagai kerusakan adalah hardisk bunyinya semakin keras atau dari waktu ke waktu umur baterai semakin berkurang.</p>
<p><strong>Permasalahan pada Power /Power failure</strong></p>
<p>Ada baiknyaProses pemecahan masalah selalu dimulai dengan mengidentifikasi apa yang tidak berfungsi. Jika masalah berhubungan dengan power, ( baterai adalah salah satu penyebab laptop tidak mau menyala) langkah pertama adalah memastikan power terkontribusi ke laptop.. Ini berarti memeriksa bahwa LED pada transformator baterai menyala, dan jika tidak (atau tidak memiliki LED), pastikan ac adapter dicolokkan ke stopkontak listrik yang baik.. Anda dapat memeriksa bahwa dengan mencabut ac adapter dan hanya mencolokkan lampu atau dapat memeriksana dengan alat penguji arus.</p>
<p>Pertanyaan berikutnya adalah apakah tidak ada status lampu LED kecil di lampu laptop dengan daya terpasang masuk .Bahkan model tertua biasanya memiliki status kekuatan cahaya yang baik.. Jika Anda memiliki status daya positif dan notebook juga tidak akan menyala, cek berikutnya adalah baterai. Beberapa model notebook tidak akan beroperasi tanpa baterai terpasang dengan baik, cari tahu di internet apakah model laptop Anda akan beroperasi dengan baterai mati atau hilang. . Jika daya baterai sudah tidak menjadi masalah dan laptop tetap tidak menyala dengan kekuatan status baik , itu bisa terjadi masalah dengan power regulator, atau lebih besar kemungkinan peraturan tenaga listrik (ic power component)atau mainboard. Mengatasi masalah regulasi atau motherboard memerlukan peralatan pengujian atau papan luang untuk swap, dan berada di luar ruang lingkup artikel ini. (kita akan bahas bahagian ini lebih terperinci di lain sesi)</p>
<p>Ada sedikit perbedaan cara menangani masalah pada Laptop Dell, Toshiba Satellite, Sony Vaio, IBM Thinkpad, HP Pavilion (dan Compaq) atau bahkan Powerbook Apple atau iBook. . Desain dasar dari semua laptop yang sama, walaupun satu model menggunakan CPU Intel, yang lainnya AMD ada pula PowerPC dan Transmeta rendah. Seorang teknisi troubleshooting laptop Toshiba mungkin lebih suka memulai dengan memeriksa baterai, seperti yang terkenal lemah, seperti masalah HP dan notebook Compaq sering dimulai dengan RAM. Namun, tidak semua model dapat ditandai mempunyai kelemahan pada permasalahan yang sama. bukan mengikuti proses logis dari eliminasi. Hanya karena satu model dari Dell cenderung keluar bercak biru pada layar ketika usia tertentu bahwa notebook Dell terus memproksi dengan masalah yang sama.</p>
<p>IBM  Sony dan Apple<br />
Laptop2 ini umumnya dipandang sebagai kualitas yang lebih tinggi daripada merek populer lainnya, tetapi mereka semua mengalami permasalahan serupa karena terlalu panas, keausan, dan sesekali menjalankan komponen yang buruk. Baterai adalah subset khusus masalah daya yang banyak terjadi . The NiCd baterai yang lebih tua secara khusus rentan terhadap masalah. Jika tidak sempurna dalam pengisian, sel baterai mulai mencatat level sebelumnya sebagai sebagai level maksimum yang baru, dan beberapa sel-sel individual bahkan mungkin sebaliknya . Ni-MH (Nickel Metal Hidrida Baterai) yang menggantikan NiCd (Nickel Cadmium) untuk model standar yang agak lebih baik, tetapi mereka tidak bisa melawan buruknya sirkuit kontrol pengisian atau buruknya pengendalian software .. Semua baterai laptop, apa pun bentuk, terdiri dari sejumlah sel tegangan rendah dihubungkan secara parallel atau seri untuk mencapai tegangan operasi yang dibutuhkan.<br />
Beberapa notebook yang lebih tua mengharuskan Anda mengsiklus baterai terus-menerus, hanya bekerja pada listrik AC selama yang dibutuhkan untuk mengisi ulang baterai .</p>
<p>Banyak model-model baru harus diisi penuh baterainya sekitar seminggu sekali, tapi selain tidak kuatir meninggalkannya terpasang dalam waktu yang lama, dan desain terbaru tidak peduli apa yang Anda lakukan selama laptop benar-benar mendapatkan pengisian pada baterai untuk persentase waktu yang wajar. Jika Anda berpikir baterai Anda berjalan turun terlalu cepat, pastikan Anda telah mengaktifkan mode penghematan daya agresif dalam perangkat lunak (biasanya diakses melalui Control Panel atau ikon produsen) yang redup layar, memperlambat CPU, dan membiarkan hard drive spin down saat tidak digunakan. Juga, perlu diingat bahwa tingkat estimasi ketahanan sisa baterai yang menyebabkan alarm pada layar dapat diatur oleh pengguna, dan jika pengaturan default Anda sangat konservatif (antara 10% dan 20%), Anda mungkin ingin bereksperimen dengan yang lebih rendah level (antara 3% dan 5%) yang masih akan memberikan Anda waktu untuk menyimpan pekerjaan Anda dan mematikan sebelum masuk ke laptop hibernasi.</p>
<p><strong>Video Failure</strong></p>
<p>Hal pertama untuk memeriksa dalam permasalahan video , seperti yang dijelaskan di atas. Jika Anda selalu bisa mendengar kipas laptop Anda ketika Anda menghidupkan laptop dan sekarang Anda tidak dapat mendengarkannya itu bukan masalah vga , itu masalah power atau mainboard..</p>
<p>Langkah pemecahan masalah berikutnya adalah untuk menghubungkan monitor eksternal dengan konektor VGA standar, apakah CRT atau LCD. Jika notebook anda tetap tidak menyala ke monitor eksternal, itu sangat mungkin bahwa salah satu motherboard component atau adaptor video internal (jika itu bukan bagian dari mainboard) telah rusak. Kemungkinan kerusakan motherboard component pada analisa diatas adalah p.a Vga…p.a.procesor…ic epromer…mboard chips..power modul…power ic component:jika lead tidak menyala sama sekali.</p>
<p>Jika monitor eksternal bekerja dengan baik,beberapa permasalahan terjadi pada subsistem video laptop, yang biasanya terkandung sepenuhnya pada layar / perakitan tutup(flif). Atau salah satu bundel kabel/lcd cable (sinyal video atau power) yang beroperasi melalui engsel untuk subsistem video telah gagal,kecuali permasalahan jelas pada Tabung Lcd,(layar retak, memudar di sudut, gambar samar, piksel buruk).Untuk penggantian LCD Anda tetap harus membuka bagian utama laptop untuk memeriksa koneksi. Masalah yang paling mudah untuk mengidentifikasi perasalahan dengan jelas adalah(kerusakan fisik) LCD retak, Mengganti LCD adalah hampir sama pada kebanyakan notebook.</p>
<p>Jika kecerahan layar Anda tampaknya menyala atau kadang-kadang terang dan kadang-kadang hampir memudar (membayang)atau sepenuhnya gelap, (jangan tertipu oleh modus penghemat daya), maka Anda mungkin memiliki permasalahan backlight atau inverter.. Antara dua, inverter beberapa kali lebih mungkin untuk bermasalah, berfungsi sebagai ballast padat di lampu neon modern. Lampu latar sendiri adalah CCFL (Cold Cathode Fluorescent Lamp) dengan waktu yang akan sangat lama untuk rusak/putus, sementara seluruh generasi inverter sama pada beberapa model laptop, Anda dapat dengan mudah menemukan sparepart pengganti ,baik yang original ataupun yang compatible.(metoda penggantian inverter kita bahas di lain sesi).</p>
<p><strong>Permasalahan Fan(cooler system)</strong></p>
<p>Permasalahan umum yang sering dihadapi adalah masalah panas, bagaimanapun juga panas adfalah musuh utama dari laptop, hampir 75 % trouble yg dihadapi adalah disebabkan panas yang berlebih. Apalagi di dalam casing laptop hampir tidak ada ruang kosong semuanya dipenuhi dengan komponen. Permasalahan kebanyakan dari cooler system adalah tersumbatnya lobang pembuangan panas pada heatsink(tertutup debu) yang menyebabkan panas yang seharusnya dikeluarkan kembali memantul kedalam laptop,sehingga temperature didalam ruangan yang sangat sempit bertambah panas.Hal ini dapat menyebabkan over heating pada VGA chip,Procesor chip dan component motherboard yang lain.</p>
<p>Permasalahan kepada kipas(fan)ditandai dengan suara laptop yang berisik, menandakan fan bearing sudah aus atau fan mati ,yang dapat membahayakan motherboard component.Sebaiknya Anda tidak menunggu sampai adanya kerusakan akibat panas (over heat) untuk menggantikan kipas angin.</p>
<p><strong>Port dan Konektor Power</strong></p>
<p>Laptop kadang-kadang terganggu oleh permasalahan internal dari konektor fisik, seperti modem atau port jaringan tampaknya terlepas dalam kasus ini, sehingga sulit untuk mendapatkan koneksi yang baik, atau solder konektor power terhubung dengan masa(induksi).. Satu-satunya cara untuk memperbaiki masalah ini adalah untuk membuka casing laptop, menentukan apa yang telah rusak, dan melakukan yang terbaik untuk mengembalikannya ke kondisi asli, bukan hanya mengkludgingnya .</p>
<p>Masalah dengan kludging apa pun di notebook mempunyai toleransi yang begitu ketat yang kludge Anda mungkin gagal setelah Anda memasang casingnya kembali. Ketika melakukan solder pada papan laptop, gunakan ujung besi halus dan tidak terlalu panas jangan ambil resiko dengan panas solder yang tinggi.hal ini dapat merusak sircuit pada PCB(Papan circuit board) Gunakan pengisap solder yang layak untuk cepat membersihkan sisa sisa timah solder . dan jika Anda merasa mengerjakannya terlalu lama.sebaiknya berhenti sejenak,dan biarkan semua dingin sebelum mencoba lagi.</p>
<br />Filed under: <a href='http://achodik.wordpress.com/category/hasil-tangan/'>hasiL Tangan</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/achodik.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/achodik.wordpress.com/124/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/achodik.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/achodik.wordpress.com/124/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/achodik.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/achodik.wordpress.com/124/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/achodik.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/achodik.wordpress.com/124/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/achodik.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/achodik.wordpress.com/124/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/achodik.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/achodik.wordpress.com/124/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/achodik.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/achodik.wordpress.com/124/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=achodik.wordpress.com&amp;blog=8096081&amp;post=124&amp;subd=achodik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://achodik.wordpress.com/2011/04/04/memperbaiki-kerusakan-umum-pada-laptop/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/29143ac126bb8faadb40ae3bf2e1737e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">teM</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tips Fotografi Landscape</title>
		<link>http://achodik.wordpress.com/2011/03/18/tips-fotografi-landscape/</link>
		<comments>http://achodik.wordpress.com/2011/03/18/tips-fotografi-landscape/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Mar 2011 10:50:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sodik</dc:creator>
				<category><![CDATA[hasiL Tangan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://achodik.wordpress.com/?p=120</guid>
		<description><![CDATA[Mungkin sudah pada tahu tips &#8211; tips di bawah ini, saya sengaja menuliskan apa yang ada dalam pikiran saya kalau sedang memotret landscape, biar saya juga tidak lupa. Tidak terlalu sulit, hanya dibutuhkan sedikit keberanian serta kesabaran. Here we goes! &#160; 1. Perhatikan Horizon &#160; Jika kita berhadapan dengan suatu pemandangan, hampir dapat dipastikan kita [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=achodik.wordpress.com&amp;blog=8096081&amp;post=120&amp;subd=achodik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mungkin sudah pada tahu tips &#8211; tips di bawah ini, saya sengaja menuliskan apa yang ada dalam pikiran saya kalau sedang memotret landscape, biar saya juga tidak lupa. Tidak terlalu sulit, hanya dibutuhkan sedikit keberanian serta kesabaran. Here we goes!</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>1. Perhatikan Horizon</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Jika kita berhadapan dengan suatu pemandangan, hampir dapat dipastikan kita akan melihat garis horizontal yang membentang dan membelah gambar menjadi dua bagian. Ini disebut garis horizon.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dalam Fotografi Landscape, jika salah satu bagian lebih menarik. Berilah porsi 2/3 dari frame. Dan yang kurang menarik beri sisanya yaitu 1/3. Memang tidak mutlak, tetapi bila POI berada pada bagian yang 2/3 maka kesannya akan lebih kuat.</p>
<p><strong>2. Pertimbangkan langit</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Langit adalah elemen yang cukup penting dalam landscape.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Jika dalam pemotretan langit kurang bagus, usahkan jangan menempatkan pada 2/3 frame. Ini akan menimbulkan kesan yang flat dan membosankan. Tetapi jika keaadan langit dan awan dalam formasi yang &#8216;wow&#8217;, jangan ragu untuk penuhi frame dengan langit. Gunakan filter untuk meningkatkan kontras dan saturasi langit seperti Gradual neutral density dan Polarizer.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>3. Cari Focal Point</strong></p>
<p>Focal point adalah titik dimana mata kita berhenti pada saat memandang sebuah foto. Tanpa focal point, mata kita tidak akan fokus dalam melihat foto. Seperti jenis fotografi lainnya, fotografi landscape juga membutuhkan focal point.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Focal point dapat berupa batu, rumput, ranting, bunga. Apapun yang sepertinya menyatu dengan alam dapat dijadikan focal point , percaya deh.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Jangan lupakan pengaplikasian rule of third dalam penempatan focal point.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>4. Jangan lupakan foreground.</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Foreground bisa menjadikan foto kita lebih berdimensi. Ada sense of depth dari foto kita jika kita meletakan foreground dengan benar. Seringkali foreground menjadi POI dari foto landscape kita.</p>
<p><strong>5. Gunakan Tripod</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Mungkin sejak zaman digital orang sering melupakan tripod. Buat apa tripod, kalau ISO tinggi sudah bagus hasilnya. Lensa sudah ada yang dengan stabilizer. Ups, jangan salah sangka dulu, tripod hukumnya wajib bagi landscaper. Untuk Exposure diatas satu detik (pasti sering lho), tripod is highly recomended. Walaupun bakalan berat bawa2 tripod, pasti ga bakalan nyesel deh&#8230;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>6. Maksimalkan Depth of Field (DoF)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Yang namanya landscape fotografi, pada umumya semua elemen dalam keadaan fokus. Walaupun tidak mutlak, inilah konsep dasar dari fotografi landscape. Untuk itu gunakan aperture sekecil mungkin. Dan jika perlu, terapkan konsep hyporfocal distance. Dan jika kita mengecilkan aperture, otomatis shutter speed akan berkurang dan tripod dibutuhkan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>7. Tangkap gerakan alam</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Mungkin sebagian orang berfikir foto landscape adalah foto yang tenang, damai, kalem dll. Tapi kita bisa menambahkan sedikit &#8220;drama&#8221; pada foto landscape kita. Dapat berupa ombak di laut, pohon yang tertiup angin, awan yang berjalan, dsb.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dalam menangkap gerakan seperti ini, dibutuhkan beberapa peralatan pendukung seperti filter ND (neutral density) dan tripod.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Jika kita berhasil menangkapnya, foto landscape kita akan terasa &#8220;otherworld&#8221; dengan mood yang sangat kuat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>8. Bekerja sama dengan cuaca</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Cuaca tidak dapat kita prediksi. Kita cuma bisa menunggu waktu yang tepat untuk memotret.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebanyakan pemula berfikir foto landscape yang bagus adalah pada saat hari yang cerah. Ini tidak sepenuhnya salah, disini sudah dijelaskan jenis &#8211; jenis fotografi landscape. Foto yang diambil saat hari cerah sudah biasa dan biasa dijadikan foto kalender. Jika kita ingin foto landscape yang sedikit berbeda, memotretlah pada saat cuaca yang tidak biasa. Misalnya saat terjadi badai, mendung, sehabis hujan, langit gelap dengan sedikit sinar matahari, dan kondisi &#8220;extrem&#8221; lainnya. Foto anda akan lebih berkarakter, karena kejadian yang anda foto barusan tidak akan terulang lagi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>9. Golden hour</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Cahaya dari samping akan menunjukan sebuah dimensi dan tekstur yang kuat untuk sebuah objek. Dalam fotografi landscape, cahaya dari samping muncul saat pagi hari dan sore hari. Pada waktu ini, warna &#8211; warni terlihat sangat bagus dan landscape terlihat sangat hidup. Dinamakan golden hour karena warna warni pada waktu ini adalah merah-kuning-seperti-emas. So, memotretlah pada waktu ini ya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>10. Garis dan bentuk</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Bermainlah dengan komposisi. Garis dapat menjadi focal point yang sangat kuat karena membantu mata kita menelusuri foto landscape kita.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Garis dapat memberikan kedalaman ruang yang luar biasa, perspective yang berbeda. Temukan garis dalam foto anda dan jadikan itu kekuatan yang hebat!</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>11. Ganti perspective</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Eksplorasi. Jangan hanya terpaku pada satu titik. Temukan view yang berbeda dengan view sejajar dengan tanah, atau naik ke atas pohon. Biarkan imajinasi anda mengalir dan mencari view yang sesuai dengan previsualisasi anda.</p>
<p>&nbsp;</p>
<br />Filed under: <a href='http://achodik.wordpress.com/category/hasil-tangan/'>hasiL Tangan</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/achodik.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/achodik.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/achodik.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/achodik.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/achodik.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/achodik.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/achodik.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/achodik.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/achodik.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/achodik.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/achodik.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/achodik.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/achodik.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/achodik.wordpress.com/120/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=achodik.wordpress.com&amp;blog=8096081&amp;post=120&amp;subd=achodik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://achodik.wordpress.com/2011/03/18/tips-fotografi-landscape/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/29143ac126bb8faadb40ae3bf2e1737e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">teM</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
